routeevaluation were done by pathfinder program and efectifity of automatic fire fighting equipment were done by FDS program. The result of the simulation show that evacuation route from fire and safety plan arrangement daya mesin bantu untuk memenuhi daya listrik di kapal sebesar 4 x 392 kW. 2. Metodologi Metode yang digunakan dalam
Firesystems di kategorikan menjadi 3 yaitu fire alarm systems, fire suppression systems, dan fire hydrant systems. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai masing-masing kategori fire systems: Fire Alarm System atau sistem alarm kebakaran adalah komponen utama yang dirancang dan dipasang untuk mendeteksi kebakaran, berfungsi sebagai sistem
Pemadamkebakaran (Safety & Fire Fighting Equipment Parts) Sistem kode ini terdiri dari 3 digit, dimana digit pertama menunjukkan bagian utama (main sections), dan tiap main section dibagi lagi tahap implementasi pada 5 kapal yang telah di survei Implementasi implementasi teknologi informasi pada pemeliharaan kapal dilakukan pada 5 kapal
Berikutini adalah rincian jenis alat keselamatan di atas kapal yang wajib ada menurut peraturan Life Saving Appliances (LSA) dan Fire Fighting Appliances (FFA). 1. HT (Radio Dua Arah) 2. SART (Search and Rescue Transponder) 3. Rocket Parachute Signal. 4. Life Jacket.
Alatpemadamkebakaran di kapal sangat terbatas kemampuannya. Tujuan perancangan : Untuk menentukan sistem pemipaan dan pompa yang sesuai yang dipergunakan untuk External Fire Fighting pada kapal Penyelamat Metode perencanaan : Perencanaan sistem pemipaan Data yang didapatkan Dari sketsa sistem pemipaan untuk external fire adalah :
DaftarProduk dan Jual Fire Fighting Equipment dari UD. Jakarta Safety & Security, Beli Fire Fighting Equipment online murah. FIRE FIGHTING ADAPTOR HOSE CONNECTION COUPLING NHT MALE INSTANTANEOUS JOHN MORRIS MALE KUNINGAN 2-5 INCH JAKARTA. Perlengkapan Kapal (40) Peralatan Pmk (36) Road Traffic Control Safety (33) Refill Pemadam (25)
. fire extinguishers for ship Jenis alat pemadam kebakaran di kapal Jenis alat pemadam kebakaran dі kapal disesuaikan dеngаn potensi. Dibawah іnі terdapat jenis alat pemadam kebakaran dі kapal уаng sebaiknya pemilik kapal siapkan, diantaranya аdаlаh Alat Pemadam Kebakaran Soda Asam Komponen utama dаrі alat pemadam kebakaran soda asam іnі аdаlаh natrium bikarbonat soda kue dan asam sulfat. Gabungan dаrі senyawa tеrѕеbut dараt membentuk gas karbon dioksida sehingga dараt digunakan untuk meredakan api. Sаngаt cocok digunakan untuk memadamkan api kelas A misal hasil dаrі pembakaran kayu, serat kaca, jok dan perabotan уаng bіаѕаnуа terdapat pada daerah akomodasi kapal. Susunan alat pemadam terdiri dаrі wadah уаng memuat larutan natrium bikarbonat. Sedangkan pada botol kecil уаng mengandung asam sulfat ditempatkan sistem pendorong уаng tertutupi оlеh kaca pengaman. Pencampuran asam dan soda untuk meghasilkan gas karbon dioksida, terjadi saat pendorong dipukul dеngаn keras. Tekanan gas karbon dioksida аkаn keluar mеlаluі pipa dі dalam nozzle. Nаmun saat іnі penggunaan alat pemadam api soda asam dilarang penggunaannya karena gas dараt menimbulkan efek beracun. Pemadam Kebakaran Air Sеlаіn soda asam, alat pemadam kebakaran dі kapal untuk kelas A dараt diatasi menggunakan pemadam air portable уаng bіаѕаnуа berukuran 9 liter. Salah satu tabung diisi dеngаn air dan dilengkapi dеngаn cartridge CO2 уаng berfungsi ѕеbаgаі pendorong air dеngаn tekanan уаng dihasilkannya. Saat plunger ditekan maka cartridge CO2 аkаn robek dan tekanan уаng dihasilkan аkаn mendorong air keluar. Jenis alat pemadam kebakaran di kapal Pemadam Kebakaran Foam, Secara Kimia dan Mekanik Merupakan salah satu dаrі jenis alat pemadam kebakaran dі kapal уаng cocok untuk kebakaran kelas B уаknі area cairan уаng mudah terbakar seperti minyak pelumas dan bahan bakar. Pada foam kimia, komponen utama penyusunnya аdаlаh Natrium bikarbonat dan aluminium sulfat. Tabung utamanya berisi natrium bikarbonat sedangkat tabung kecilnya berisi alumunium sulfat. Sistem kerjanya аdаlаh dеngаn megaktifkan plunger untuk melepas tutup sehingga kedua bahan kimia dараt tercampur dan mengeluarkan foam. Namun, saat іnі kegunaannya ѕudаh jarang karena dipercaya dараt menimbulkan efek beracun. Sеdаngkаn untuk foam mekanik, dimana јugа memiliki dua tabung dimana tabung pusat diisi dеngаn karbon doksida dan foam ѕеdаngkаn pada bagian luarnya diisi dеngаn air. Saat plunger dilepas maka dараt melepaskan karbon dioksida dan mendorong busa dan ar dараt bercampur. Selanjutnya busa dan air tеrѕеbut аkаn keluar mеlаluі nozzle untuk memadamkan kebakaran. Pemadam Kebakaran Karbon Dioksida Alat pemadam kebakaran karbon dioksida ini digunakan pada kelas B atau kelas C уаknі cairan уаng mudah terbakar dan keterlibatan peralatan listrik energi seperti motor, switch, kabel dll pada ѕuаtu kapal. Gas іnі cukup pekat sehingga kurаng baik јіkа digunakan pada ruangan уаng sempit dan kurаng oksigen. Alat іnі banyak kita temukan tеrutаmа pada ruangan mesin. Gas karbon dioksida tеrѕеbut disimpan pada tabung dalam bentuk cair, selanjutnya dеngаn menekan plunger аkаn melepaskannya dalam bentuk gas. Pemadam Dry Powder Berisi bubuk natrium bikarbonat уаng berguna untuk memadamkan hаmріr ѕеmuа jenis kebakaran pada ѕеmuа kelas. Bіаѕаnуа diletakan pada ruang mesin уаng terletak didekat peralatan listrik. Pada wadah besar berisi natrium bikarbonat nаmun pada wadah kecilnya berisi karbon dioksida уаng berfungsi ѕеbаgаі pendorong dі bаwаh plunger. Saat plunger ditekan, karbondioksida / nitrogen аkаn dilepaskan sehingga memaksa bubuk kering keluar dаrі nozzle. Sеlаіn jenis alat pemadam kebakaran dі kapal tersebut, јugа bіаѕа digunakan alat pemadam kebakaran untuk perahu seperti foam, bahan kimia kering, karbondioksida dan vaporizing liquid. Penggunaan peralatan tеrѕеbut dsesuakan dеngаn jenis kebakaran dan smber api. Bagaiamanapun peralatan konstruksi kapal dan јugа alat pemadam kebakaran merupakan komponen penting уаng wajib dipenuhi keberadaannya. Berikut ini adalah langkah langkah уаng harus dilakukan јіkа terjadi kebakaran dі kapal 1 Bunyikan Fire Alarm yang ada di setiap ruangan kapal. 2 Pastikan crew telah berkumpul dі Muster station. 3 Bentuk tim sesuai muster list untuk pemadaman api. 4 Pastikan letak/ jenis kebakaran untuk memudahkan pemadaman dan jenis alat yg digunakan. 5 Jika pemadaman selesai berkumpul kembali dі Muster Station utk pengecekan seluruh anggota.
Click here to go back to the older version of SearchWant to go back to the older version of Search?ASTRO FIRE is a leading marine and offshore safety solutions provider for the marine and offshore in Fire Fighting Equipment Inspection, Calibration Equipment, Crane Load Testing, Lifeboat, Life-Saving Appliances inc LSA Code and 2017 Edition Basic Service Scope 1. Supply of Genuine Spare Parts & Equipment from the Original Manufacturers. 2. Technical services for trouble shooting and overhaul. 3. Life Saving Apparatus LSA inspectiSpecialises in Fire Fighting Equipment, Ballast Water Treatment, Inspection Services, Lifeboat & Life Raft Inspection Services and Lifeboats & Life RaftsAntipiros Doo is specialized and authorized for servicing of firefighting systems and appliances as well as safety equipment for land and seSpecialises in Fire Fighting Equipment, Annual Lifeboat & Davit Services, Annual Lifeboat & Lifting Gear Services, Free Fall Lifeboats and Lifeboat & Life Raft Inspection ServicesLavastica International is a specialized technical supplier and service provider for the marine industry since 1998. Specialises in Fire Detection, Flame Detectors, Gas Detection, Heat Detectors and Smoke DetectorsCONSEGI SHIPCHANDLER COVERING THE PORTS OF SALVADOR, ARATU, BARRA DOS COQUEIROS, MACEIO, RECIFE, SUAPE CABEDELO,NATAL AND AREIA in Chandlery, Deck Stores, Metal, Steel & Rubber Supplies, Mooring, Ropes, Wires & Cables and ProvisionsCommitted to SustainabilityReliable and Efficient Ship Repair Solutions as Worldwide Service Type Ship Repair , Afloat and Port Repairs, Technical Supply. Specialises in Deck Machinery Repair, Dry Dock Services, Hydraulic Systems, Overhauls and Installations Ship Refit and Ship Repair ServicesLifeboats, davits and release gear inspection LSA inspections, crane testing, deck machinery repairs, hydraulics and spare parts in Annual Lifeboat & Davit Services, Annual Lifeboat & Lifting Gear Services, Crane Load Testing, Engineering and Repair Services and Lifeboat & Life Raft Inspection Servicesdedicate on marine technical service UTM,FFE&LSA,Auto. System and Product solutionM/A eng. air cooler, Plate type heat exchanger.Specialises in Hatch Cover Ultrasonic Testing, LSA and FFE Inspection, Plate Heat Exchangers, Shell and Tube Heat Exchangers and Ultrasonic Thickness MeasurementVIKING is a world-leading manufacturer and provider of safety equipment for vessels, boats, rigs and platforms. Specialises in Immersion Suits, Life Jackets, Lifeboats & Life Rafts, Liferaft and SCBA & EEBDTop BrandsTop Categories
Cahaya yang dihasilkan dari api yang memiliki frekuensi flicker dengan karakteristik sekitar 25Hz. Dengan detector api flame detector tersebut, spektrum di kisaran infra merah atau ultra violet tersebut dapat dipantau untuk dapat memberikan alarm. Kebakaran yang disebabkan oleh minyak umumnya tidak akan mengeluarkan asap dan jenis sensor ini lebih banyak dipakai di kapal, terutama pada tempat-tempat yang dekat dengan peralatan penanganan bahan bakar atau boiler, hal ini untuk memberikan peringatan dini. Pada pemeriksaan surveyor ini harus dilakukan uji fungsi. Lebih lanjut flame detector merupakan salah satu alat instrument berupa sensor yang dapat mendeteksi nilai instensitas dan frekuensi api dalam suatu proses pembakaran, dalam hal ini pembakaran dalam boiler pada pembangkit listrik tenaga uap. Flame detector dapat mendeteksi kedua hal tersebut dikarenakan oleh komponen-komponen pendukung dari flame detector tersebut. Cara kerja flame detector mampu bekerja dengan baik untuk menangkap nyala api untuk mencegah kebakaran. Umumnya cara kerja flame detector untuk mengidentifikasi / mendeteksi api dengan menggunakan metode optik seperti ultraviolet UV, infrared IR spectroscopy dan pencitraan visual flame. Cara kerja flame detector dirancang untuk mendeteksi penyerapan cahaya pada panjang gelombang tertentu, yang memungkinkan alat ini untuk membedakan antara spectrum cahaya pada api dan sumber alarm palsu. Selanjutnya Alarm palsu yang dimaksud yang disebabkan oleh adanya petir, radiasi dan panas matahari yang memungkinakan mengaktifkan flame detector. Namun dengan berkembangnya teknologi cara kerja flame detector lebih pandai dalam menangkap percikan api yang dapat menyebabkan kebakaran. Cara kerja Flame detector pada abad ini dirancang dengan sistem delay selama 2-3 detik pada detektor ini sehingga mampu mendeteksi sumber kebakaran lebih dini dan memungkinkan tidak terjadi sumber alarm palsu.
Pendahuluan Kebakaran merupakan salah satu hal yang paling berbahaya bagi kendaraan yang bergerak di laut khususnya kapal. Hampir seluruh kecelakaan pada kapal disebabkan oleh adanya kebakaran yang muncul dalam kapal tersebut. Dan kebakaran tersebut kebanyakan berasal dari kesalahan manusia ABK karena kurang berhati-hati dalam bekerja diatas kapal. Munculnya kebakaran berasal dari tiga faktor Sesuatu yang mudah terbakar Sumber api Adanya oksigen yang berasal dari udara Tiga faktor ini memiliki hubungan saling terkait satu sama lain dimana apabila salah satunya tidak ada maka kebakaran tidak akan pernah terjadi. Jadi untuk meminimalisir munculnya kebakaran, maka harus menghilangkan atau tidak menggunakan salah satu faktor-faktor tersebut dalam jarak yang berdekatan. Kebakaran dibagi menurut jenis material yang mampu menghasilkan titik-titik api. Pembagian tersebut diantaranya Kebakaran yang berasal dari pembakaran kayu, cairan lilin, serta benda-benda furniture Kelas A Kebakaran yang berasal dari cairan yang mudah terbakar misalnya minyak pelumas serta bahan bakar Kelas B Kebakaran yang berasal dari adanya gas-gas yang mudah terbakar misalnya LPG atau Liquefied Petroleum Gas Kelas C Kebakaran yang berasal dari bahan-bahan logam yang mudah terbakar misalnya magnesium dan alumunium Kelas D Kebakaran yang berasal dari berbagai macam material yang memiliki atau berhubungan dengan tegangan tinggi Kelas E Sistem Pemadam Kebakaran Untuk mengatasi adanya kebakaran yang disebabkan oleh hal-hal diatas, terutama pada kapal, dilakukan tiga tahapan yaitu Detection atau mencari serta mengetahui lokasi terjadinya kebakaran Alarm atau menginformasikan kepada ABK untuk mematikan segala hal, baik itu mesin atau yang lain, yang dapat memicu membesarnya api. Control atau mengontrol agar api tidak semakin membesar serta memadamkan api tersebut. Detection Untuk mengetahui lokasi terjadinya kebakaran maka digunakan fire detector yang hampir selalu ada pada tiap-tiap ruangan di kapal. Apabila suatu kebakaran dapat dideteksi dengan cepat maka akan lebih mudah untuk dikendalikan serta dipadamkan tanpa menimbulkan kerugian yang besar atau berbahaya bagi kapal. Jadi fungsi utama dari fire detector adalah untuk mengetahui atau mendeteksi adanya kebakaran yang terdapat di dalam kapal secepat mungkin agar kebakaran yang muncul lebih mudah ditanggulangi. Cara kerja fire detector secara umum yaitu apabila terdapat asap, percikan api serta berubahnya temperatur sekitar menjadi panas maka alarm fire detector akan berbunyi dan hal tersebut akan membuat ABK tahu dimana letak terjadinya kebakaran. Tiga hal yang membuat alarm dari fire detector berbunyi yaitu Asap Smoke detector Percikan api yang sangat banyak Flame detector Perubahan temperatur sekitar menjadi sangat panas.Heat detector Smoke detector Pendeteksi asap atau yang biasa disebut Smoke detector terdiri dari dua bilik ionisasi yaitu satu bilik terbuka untuk atmosfer atau udara bebas masuk dan satu bilik tertutup. Satu bilik terbuka digunakan sebagai tempat masuknya atau pendeteksi awal adanya asap yang berasal dari api atau kebakaran. Sedangkan satu bilik tertutup digunakan sebagai tempat penghubung atau pemberi sinyal agar alarm detector berbunyi sebagai tanda adanya asap atau kebakaran. Smoke detector biasanya digunakan di ruang mesin, ruang akomodasi, dan ruang kargo. Flame detector Pendeteksi nyala api atau yang biasa disebut Flame detector memiliki sifat yang berlawanan dengan Smoke detector. Flame detector biasanya digunakan untuk menjaga serta mencegah terjadinya bahaya akibat adanya percikan api. Flame detector menangkap sinar ultraviolet dan infrared yang berasal dari adanya percikan api yang ada di sekitarnya. Flame detector biasanya terdapat pada ruang peralatan kendali bahan bakar yang terdapat di kamar mesin. Heat detector Pendeteksi panas atau yang biasa disebut Heat detector dapat digunakan pada sejumlah bagian-bagian penting yang berhubungan dengan bagian pengoperasian kapal. Detector yang paling banyak digunakan untuk saat ini adalah Detector untuk pengaturan temperatur naik atau rata-rata dari kenaikan temperatur pada suatu waktu. Jadi, apabila di lingkungan sekitar terjadi kenaikan temperatur yang melebihi batas yang telah ditentukan, maka alarm dari detector tersebut akan berbunyi. Heat detector biasanya terdapat pada dapur dan tempat pengeringan dimana detector tipe lainnya akan kurang tepat bila diletakkan di tempat-tempat tersebut. Alarm Sistem alarm berhubungan dengan fire detector yang terhubung dengan sirkuit-sirkuit elektrik yang dapat membunyikan bel yang terdapat pada alarm hanya dengan menggunakan sinyal elektrik. Bel ini akan berbunyi di kamar mesin apabila terdapat sumber api atau terjadi kebakaran disana. Kebakaran yang terdapat di ruangan lain akan menyebabkan bel di sekitar anjungan kapal akan berbunyi. Adanya alarm akan mempermudah ABK pada kapal untuk melakukan sesuatu untuk menanggulangi adanya kebakaran tersebut. Gambar 1. Alarm Control Ada dua peralatan dasar yang tersedia di kapal untuk mengontrol atau menanggulangi kebakaran yaitu Small portable extinguishers dan Large fixed installations. Small portable extinguishers merupakan tabung pemadam kebakaran yang berukuran kecil, yang dapat dibawa kemana-mana serta mampu memadamkan api secara cepat dan tepat. Sedangkan Large fixed installations digunakan ketika Small portable extinguishers tidak dapat mengatasi kebakaran yang terjadi, dengan kata lain Large fixed installations digunakan untuk memadamkan kebakaran yang sangat parah atau sangat berbahaya. Ada berbagai macam portable dan fixed fire fighting yang akan dibahas selanjutnya. Peralatan pemadam kebakaran Portable extinguishers Ada empat macam portable extinguishers yang biasanya digunakan di kapal yaitu Soda-acid Asam-soda, foam busa, dry powder bubuk kering, dan carbon dioxide extinguishers gas karbon dioksida. Gambar 2. Portable fifi Soda-acid extinguishers Pemadam kebakaran menggunakan asam soda Isi dari tabung pemadam kebakaran ini adalah berupa larutan sodium bikarbonat. Mekanisme penghisap digunakan pada penggunaan pemadam kebakaran yang berjenis soda-acid sehingga ketika alat penghisap yang terbuat dari kaca dipecahkan, maka asam dan sodium bikarbonat tercampur. Hasil reaksi kimia yang terjadi menghasilkan gas karbon dioksida yang bertekanan tinggi sehingga cairan akan terdesak keluar melewati internal pipe dan menuju nozzle. Alat ini banyak ditemukan di ruang akomodasi Foam extinguishers Pemadam kebakaran menggunakan soda Terdiri dari dua macam yaitu Foam extinguishers-chemical Isi dari pemadam kebakaran jenis ini adalah campuran dari cairan sodium bikarbonat dan alumunium sulfat. Tabung yang berada paling dalam diselimuti oleh penutup atau cap yang terhubung dengan pipa penghisap. Ketika pipa penghisap terbuka, maka cap tersebut akan lepas. Kemudian alat ini akan mencampurkan dua macam cairan yang ada didalamnya. Gas karbon dioksida dihasilkan oleh reaksi yang berasal dari tekanan tinggi dari tabung dan akan mendesak busa keluar dari tabung. Foam extinguishers-mechanical Di bagian terluar dari tabung ini berisi air. Pada tabung sentral terdapat gas karbon dioksida dan cairan busa. Mekanisme pendesak atau pendorong terdapat diatas tabung pusat. Ketika diberi tekanan yang tinggi, karbon dioksida dikeluarkan dan cairan busa akan tercampur dengan air. Kemudian keduanya akan ditekan keluar melewati nozzle khusus. Pemadam jenis ini memiliki pipa internal dan dioperasikan di bagian atas. Alat ini banyak ditempatkan di sekitar tempat-tempat yang mengandung atau terdapat cairan-cairan yang mudah terbakar. Gambar 3. foam extinguisher Dry powder Pemadam kebakaran menggunakan bubuk kering Pada bagian tabung lapis terluar berisikan dengan bubuk sodium bikarbonat. Kapsul yang berisikan gas karbon dioksida berada di bawah mekanisme peghisap yang ada di central cap. Ketika penghisap ditekan, gas karbon dioksida akan mendorong bubuk sodium melalui pipa dan keluar melalui nozzle. Pemadam kebakaran jenis ini dapat digunakan di berbagai macam penyebab kebakaran akan tetapi ini tidak memberikan efek pendingin. Alat ini biasanya berada di dekat peralatan listrik yang berada di kamar mesin dan di beberapa bagian dari kapal. Carbon dioxide extinguishers Pemadam kebakaran menggunakan CO2 Tabung pelapis yang sangat kuat digunakan untuk menyimpan cairan karbon dioksida bertekanan rendah. Pipa utama berfungsi sebagai tempat atau jalan keluarnya karbon dioksida yang ditekan oleh alat penghisap sehingga katup akan terbuka oleh karena ditekannya pelatuk. Cairan tersebut akan berubah menjadi gas yang akan keluar dari tabung pemadam ini yang kemudian akan melewati pipa dan akan tertampung di horn. Apabila pelatuk pada horn dibuka, maka gas karbon dioksida tadi akan keluar. Alat ini banyak terdapat di kamar mesin dan tempat perlengkapan serta peralatan elektrik. Alat ini tidak diperbolehkan berada di ruang akomodasi serta di ruang perbatasan karena hal tersebut bisa membahayakan ABK dan awak penumpang lainnya yang mungkin bisa menyebabkan kematian. Gambar 4. pemadam bubuk kering Fixed Installations Ada beberapa perbedaan antara fixed fire fighting installation dan portable extinguishers, diantaranya adalah desain pengkhususan untuk beberapa tipe kapal. Pembagian instalasi pemadam kebakaran akan dibahas pada sub bab di bawah ini. Fire main Sistem pemasukan air laut ke dalam pipa pemadam kebakaran ditempatkan pada setiap kapal. Beberapa pompa pada kamar mesin akan disusun atau ditata untuk membantu memasukan air ke dalam sistem tersebut. Mulai dari jumlahnya, kapasitas yang diperbolehkan, semuanya diatur oleh badan perundang-undangan Department of Transport for UK registered vessels. Pompa darurat yang digunakan untuk memadamkan api juga ditempatkan di kamar mesin. Pada tiap sistem pengeluaran pemadam kebakaran terdapat katup-katup yang terisolasi yang berada disekeliling kapal dan pipa air dengan tepat akan mengunci penghubung yang ditempatkan berdekatan dengan nozzle. Hampir di seluruh area kerja diatas kapal sedemikian hingga tertutup dan pasokan air laut dapat dibawa untuk digunakan sebagai pemadaman api pada tiap titik di bagian kapal. Nozzle jet atau spray akan disetel untuk menyediakan penyemprot air yang dapat digunakan untuk melawan api serta mendinginkannya tanpa harus disemprotkan. Automatic water spray Penyemprot otomatis atau biasa disebut dengan sistem penyembur menyediakan hubungan dari kepala penyemprot yang melewati daerah yang terlindungi. Sistem ini mungkin digunakan di ruang akomodasi dan di kamar mesin dengan berbagai macam variasi yang berdasarkan kegunaan dari peralatan tersebut serta metode atau cara pengoperasiannya. Ruang akomodasi diberi alat ini yang mampu melakukan deteksi sekaligus memadamkan api. Di bagian kepala pada alat ini ditutupi oleh semacam kaca / bola lampu yang isinya berupa cairan yang bisa mengembang secara cepat saat terkena panas. Ketika panas membuat cairan tadi berkembang, maka penutup kaca tadi akan pecah yang kemudian akan keluarlah air dari alat tersebut yang berasal dari sistem penyembur yang berisikan air laut. Air laut tadi ditampung di tangki air yang diberi tekanan udara yang cukup tinggi. Sistem penyembur ini terus diisi oleh air yang segar untuk mengurangi adanya efek korosi. Gambar 5. Automatic water spray Foam systems Sistem penyemprot busa atau biasa disebut Foam spreading systems dibuat agar cocok dengan sistem kebutuhan yang ada di kapal dengan memperhatikan jumlah busa yang dibutuhkan, area yang harus dicakup, dll. Mechanical foam atau busa mekanik merupakan semacam zat kimia yang terbentuk dengan cara mencampurkan busa yang terbuat dari cairan dalam jumlah yang besar. Pencampuran yang terjadi di udara akan menimbulkan gelembung-gelembung udara yang akan berbentuk busa nantinya. Pada sistem ini, pencampuran air dan busa yang dilakukan dalam ruangan atau tempat tertutup yang kemudian busa hasil pencampuran dengan air tadi akan disalurkan ke tabung pemadam kebakaran agar bisa digunakan. Tangki penampung busa dilindungi oleh penutup agar isi didalamnya terlindung dari keadaan lingkungan luar yang buruk. Untuk mengoperasikan sistem ini yaitu dengan membuka dua katup yang saling terhubung dan pompa pemadam akan hidup. Pencampuran busa ini diukur dengan baik oleh automatic inductor unit. Pompa pemadam dan tangki penampung tadi harus terletak diluar dari ruangan yang terlindungi atau tercover tadi. Carbon dioxide flooding Sistem ini digunakan untuk memindahkan oksigen yang berada di area perlindungan yang kemudian akan dilakukan pemadaman api. Gas karbon dioksida disimpan sebagai cairan dengan tekanan rendah yang berada didalam silinder. Volume ruangan yang akan dilindungi menentukan banyaknya tabung silinder yang dibutuhkan dalam ruangan tersebut. Secara umum, alat ini digunakan untuk melindungi ruang kargo dan kamar mesin. Sistem pada ruang kargo secara normal disusun untuk tempat mendeteksi asap, alarm, dan pengaliran karbon dioksida. Pipa kecil untuk saluran udara yang berasal dari ruang kargo akan diarahkan menuju kamar-kamar. Udara didapatkan dari beberapa bagian dari kipas-kipas kecil dan tiap pipa digunakan untuk saluran dari udara tadi. Apabila asap masuk kedalam ruangan yang terdapat saluran udara tadi, maka alarm akan mati. Lokasi kebakaran dapat diketahui di anjungan kapal dan katup ruang distribusi yang dioperasikan pada bagian anjungan kapal. Katup ini akan mematikan pipa udara dari anjungan dan membuka karbon dioksida yang dijalankan oleh suatu sistem yang menggunakan baterai. Sistem pada kamar mesin dibuat agar dapat memberhentikan sumber daya pada sistem yang ada. Sebelum gas dibuang, ruangan harus dalam keadaan kosong dari ABK dan tidak diisi oleh udara kedap udara. Katup penutup di tempatkan pada penutup udara di tiap ruangan. Gambar Monitor Water Canon 1. SISTEM HIDRAN Sistem hidran terdiri dari a. Wet Riser System Seluruh instalasi pipa hydrant berisikan air bertekanan dengan tekanan air selalu dijaga pada tekanan yang relatif tetap. b. Dry Riser System Seluruh instalasi pipa hydrant tidak berisikan air bertekanan, peralatan penyedia air akan mengalirkan air secara otomatis jika katup selang kebakaran dibuka. • Pada umumnya gedung bertingkat menggunakan sistim Wet Riser. • Pada sistem dilengkapi Fire Brigade Connection yang diletakkan diluar bangunan. Peralatan utama dan fungsi a. Pompa kebakaran terdiri dari Electric Pump, Diesel Pump & Jockey Pump. • Apabila tekanan didalam pipa menurun, maka secara otomatis Jockey pump akan bekerja untuk menstabilkan tekanan air didalam pipa. • Jika tekanan terus menurun misal akibat penggunaan salah satu hydrant maka pompa kebakaran utama akan bekerja dan otomatis pompa jockey berhenti. • Apabila pompa kebakaran utama gagal bekerja setelah 10 detik kemudian pompa cadangan Diesel secara otomatis akan bekerja. • Jika kedua pompa tersebut gagal bekerja, alarm akan segera berbunyi dengan nada yang berbeda dengan bunyi alarm sistim, untuk memberi tahukan kepada operator akan adanya gangguan. • Sistim bekerja pompa Fire Hydrant adalah “Start otomatis” dan “Mati secara Manual”. b. Pressure Switch Alat kontrak yang bekerja akibat perubahan tekanan. c. Manometer Alat untuk membaca tekanan d. Time delay relay Alat relay yang bekerja berdasarkan seting waktu yang sudah ditentukan. e. Safety valve Alat pelepas tekanan lebih f. Pressure Reducing Valve Alat pembatas tekanan g. Fire House Cabinet FHC Adalah box hydrant yang berfungsi untuk memancarkan air melalui hose dan nozzle, dipasang pada setiap lantai sebanyak 1 FHC untuk setiap kelipatan 800 m2. 2. SISTEM SPRINKLE Sistem Sprinkle terdiri dari a. Wet Riser System Seluruh instalasi pipa sprinkler berisikan air bertekanan dengan tekanan air selalu dijaga pada tekanan yang relatif tetap b. Dry Riser System Seluruh instalasi pipa sprinkler tidak berisikan air bertekanan, peralatan penyedia air akan mengalirkan air secara otomatis jika instalasi fire alarm memerintahkannya. • Pada umumnya gedung bertingkat menggunakan sistim Wet Riser. • Pada sistem dilengkapi Fire Brigade Connection yang diletakkan diluar bangunan. Peralatan utama dan fungsi a. Pompa kebakaran terdiri dari Electric Pump, Diesel Pump & Jockey Pump. • Apabila tekanan didalam pipa menurun, maka secara otomatis Jockey pump akan bekerja untuk menstabilkan tekanan air didalam pipa. • Jika tekanan terus menurun misal glass bulb pada kepala sprinkler pecah maka pompa kebakaran utama akan bekerja dan otomatis pompa jockey berhenti. • Apabila pompa kebakaran utama gagal bekerja setelah 10 detik, kemudian pompa cadangan Diesel secara otomatis akan bekerja. • Jika kedua pompa tersebut gagal bekerja, alarm akan segera berbunyi dengan nada yang berbeda dengan bunyi alarm sistim, untuk memberi tahukan kepada operator akan adanya gangguan. • Sistim bekerja pompa Fire Hydrant adalah “Start otomatis” dan “Mati secara Manual”. • Pada saat pompa kebakaran utama bekerja, wet alarm valve akan terbuka dan segera membunyikan alarm gong. Aliran didalam pipa cabang akan memberi indikasi pada flow switch yang terpasang pada setiap cabang & dikirim ke panel fire alarm untuk membunyikan alarm pada lantai bersangkutan. b. Pressure Switch Alat kontrak yang bekerja akibat perubahan tekanan. c. Manometer Alat untuk membaca tekanan d. Time delay relay Alat relay yang bekerja berdasarkan seting waktu yang sudah ditentukan. e. Safety valve Alat pelepas tekanan lebih f. Pressure Reducing Valve Alat pembatas tekanan g. Kepala Sprinkler Head Sprinkler Alat pemancar air yang bekerja setelah pecahnya bulb akibat panas yang ditimbulkan oleh kebakaran. Ukuran kepala sprinker 15 mm, kepadatan pancaran 5 mm/mnt, area kerja maks. 144 m2, laju aliran 725 lt/mnt dan setiap katup kendali jumlah maks. adalah buah kepala sprinkler.
Medan di kapal sangat berbeda dengan di daratan. Oleh karena itu diperlukan beberapa alat pengaman khusus untuk kapal. Fungsi safety equipment atau alat keselamatan di kapal adalah untuk melindungi para awak kapal agar tetap aman apabila terjadi situasi darurat. Situasi darurat di kapal contohnya adalah cuaca ekstrim, kebakaran, kapal tenggelam, dan masih banyak lagi. Kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Maka dari itu, safety equipment yang handal sudah menjadi barang wajib saat berada di kapal. Hal ini ditegaskan dengan adanya peraturan standar internasional tentang keselamatan di atas laut, atau Safety of Life at Sea SOLAS. Dalam peraturan SOLAS tersebut dicantumkan safety equipment apa saja yang harus ada di setiap kapal, lengkap dengan ketentuan harus diletakkan di mana, berapa banyak, serta cara menggunakannya. Setiap kapal harus mengikuti peraturan SOLAS tersebut agar dapat lebih terjamin keselamatannya. Bekerja di kapal memiliki alat keselamatan yang berbeda dari yang lain, sebab tantangan yang dihadapi juga berbeda. Berikut ini beberapa contoh fungsi safety equipment untuk di atas kapal Teropong, untuk melihat benda atau kondisi cuaca dari jarak jauh. Hand flare signal, man over board, smoke signal, rocket parachute flare signal, line throwing. Alat-alat ini berfungsi untuk memberi sinyal permintaan pertolongan saat terjadi kecelakaan di tengah laut. Hru for life raft, inflatable life raft, life buoy, life jacket, rescue boat, ring buoy light. Serangkaian alat ini berfungsi untuk membuat penggunanya tetap terapung di atas air sehingga tidak tenggelam. Contoh life saving equipment yang lain marine sticker dan wind speed anemometer. Baca juga Harga Alat Safety Kapal Di atas kapal juga diperlukan fire fighting equipment. Fungsi safety equipment yang satu ini adalah untuk mengatasi resiko kebakaran di atas kapal. Berikut ini beberapa contoh fire fighting equipment Fireman outfit, fireman safety shoes. Berfungsi untuk melindungi seluruh tubuh dari panas dan nyala api. Marine smoke detector & heat detector. Fungsi safety equipment yang ini adalah untuk mendeteksi adanya asap dan panas ketika terjadi kebakaran. Portable fire extinguisher cylinder atau APAR, fire blanket, fire hose, fire hose box, fire hose connector, fire hose coupling, fire hoze nozzle, fire hydrant cabinet. Fungsinya yaitu untuk memadamkan api saat terjadi kebakaran ringan. Alat ini sifatnya sebagai penolong sementara dan darurat. Silahkan kontak kami VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier alat Safety Equipment di jakarta dan juga menjual fire hose, fire blanket, baju pemadam kebakaran, APAR, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, alat safety kapal, alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang, wire rope, webbing sling, Smoke Signal, Jangkar kapal, Jaket Pelampung, GPS dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp 081290808833 atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke [email protected] atau [email protected] Atau lihat produk kami lainnya di sini.
Alat keselamatan kapal Alat keselamatan di kapal sangat penting di kapal karena menyangkut kehidupan nyawa manusia. Keselamatan penumpang serta awak kapal merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan. Oleh karena itu, perlengkapan keselamatan harus sudah tersedia pada tempat yang ditentukan ketika terjadi kecelakan. Perlengkapan keselamatan yang harus tersedia dikapal seperti Sekoci Life Boat Dewi – dewi Life Boat Davits Pelampung penolong bentuk cincin Ring Life Buoys Jaket penolong Life Jackets Rakit penolong kembung Inflatable Liferaft Pelempar tali penolong Line Throwing Apparatus Perlengkapan tersebut harus diletakkan pada tempat yang mudah di jangkau. Agar ketika terjadi sebuah kecelakan dapat di tangani dengan cepat. 1. Sekoci penyelamat life boat. Sekoci berupa perahu kecil yang berapa di kanan dan kiri kapal bagian atas atau tepatnya di deck sekoci. Pada kapal barang biasanya ada dua buah sekoci, sedangkan pada kapal penumpang atau pesiar jumlahnya sesuai dengan besar atau kecilnya kapal tersebut. Sekoci biasanya berjumlah 12 buah. Sekoci – sekoci tersebut terbuat dari logam, kayu atau serat fiber. Tenaga penggerak sekoci ini biasanya di bagi atas dua bagian yaitu ada yang bertenaga penggerak mesin atau motor dan ada pula yang dilengkapi dengan dayung. Di dalam sekoci biasanya sudah tersedia perlengkapan keselamatan jiwa seperti makanan, minuman, obat – obatan dan alat bantu untuk mencari pertolongan ke kapal lain yang sedang berlayar di sekitar sekoci. Sekoci juga dilengkapi minyak peredam ombak supaya penumpang di atas sekoci tersebut tidak mabuk laut. Sekoci life boat 2. Pelampung Penolong Bentuk Cincin Ring Life Buoys. Life buoys ini berbentuk seperti ban mobil. Pelampung ini akan dilempar ke laut jika ada seorang penumpang yang jatuh ke laut. Alat ini biasanya terbuat dari gabus pejal dan tahan terhadap minyak. Pelampung ini harus memiliki warna yang mencolong supaya mudah dikenali. Pada pelampung ada tanda hurus balok sesuai dengan nama kapal atau pelabuhan tempat kapal itu terdaftar. Pelampung Penolong Bentuk Cincin Ring Life Buoys 3. Jaket Penolong Life Jackets. Life jacket Jaket penolong berbentuk seperti baju. Jaket penolong ini dipakai penumpang agar mudah terapung di laut ketika terjadi keadaan darurat. Jaket penolong juga harus memiliki warna yang mencolok agar mudah dilihat. Jaket ini harus dilengkapi dengan peluit yang dikaitkan dengan tali untuk menarik perhatian penolong. Jaket Penolong Life Jackets 4. Rakit Penolong Tiup Inflatable Liferaft. Rakit penolong ini terdiri dari dua tipe, yang pertama adalah rakit kaku dan yang kedua adalah rakit tiup. Tipe yang kedua ini biasa dipakai jikalau tidak berhasil menurunkan sekoci. Rakit penolong harus dilengkapi dengan penutup yang berfungsi untuk melindungi penumpang. Warna rakit ini rata-rata mencolok, seperti warna jingga agar mudah terlihat. Rakit Penolong Kembung Inflatable Liferaft Sekarang ini rakit yang dikembangkan berbentuk seperti kapsul dengan kapasitas besar dan dilengkapi tali pembuka yang panjang. Penggunaannya dengan cara dilemparkan ke laut kemudian ditarik talinya. Sesudah tali ditarik, rakit akan secara otomatis menggembung. Di dalamnya terdapat perlengkapan keselamatan jiwa seperti makanan, minuman, dan obat – obatan. Kapasitas rakit dapat mengangkut hingga 25 orang. 5. Pelempar Tali Penolong Line Throwing Apparatus. Alat keselamatan diatas kapal berikutnya adalah roket pelempar tali atau yang biasa disebut dengan line throwing appliances. Fungsinya adalah alat penghubung pertama antara survivor dengan penolong yang mempermudah proses pendekatan, bisa juga dipakai untuk kepentingan lainnya. Alat pelempar tali ini harus bisa melempar tali paling dekat sejauh 230 meter. Pelempar tali penolong line throwing apparatus 6. Survival suit dan Immersion suit. Survival suit dan immersion suit berfungsi sebagai alat pelindung dan untuk mencegah suhu tubuh turun akibat dinginnya air laut. Jenis alat keselamatan ini sangat banyak dipakai di kapal baik untuk kapal ukuran kecil, kapal menengah dan juga kapal-kapal besar. Khusus untuk kapal-kapal besar alat ini pasti dipakai karena jumlah crew yang ada di kapal besar jumlahnya sangat banyak. 7. Media pelindung panas Thermal Protective Aid. Media pelindung panas atau yang biasa disebut dengan thermal protective aid adalah berfungsi sebagai pelindung tubuh dan juga berfungsi untuk mengurangi hilangnya panas badan. Jenis alat keselamatan ini sangat banyak dipakai di kapal baik untuk kapal ukuran kecil, kapal menengah dan juga kapal-kapal besar. Khusus untuk kapal-kapal besar alat ini pasti dipakai karena jumlah crew yang ada di kapal besar jumlahnya sangat banyak. 8. Isyarat Asap Pyrotechnis. Isyarat Asap atau yang biasa disebut dengan pyrotechnis. Alat ini berfungsi sebagai isyarat tanda bahaya bilamana survivor melihat ada kapal penolong. Isyarat ini hanya dapat dilihat oleh mata pada siang hari dengan menggunakan asap apung atau bouyant smoke signal. Pada malam hari dapat digunakan obor tangan red hand flare atau obor parasut parachute signal. Jenis alat keselamatan ini sangat banyak dipakai di kapal baik untuk kapal ukuran kecil, kapal menengah dan juga kapal-kapal besar. Khusus untuk kapal-kapal besar alat ini pasti dipakai karena jumlah crew yang ada di kapal besar jumlahnya sangat banyak. Read more Galangan kapal di Indonesia
fire fighting equipment di kapal